
Minggu, 16 November 2008
Senin, 10 November 2008
Jumat, 07 November 2008
Gunung Suci Pusuk Buhit

Ada sebuah gunung keren di sisi barat Samosir. Namanya Pusuk Buhit. Bentuknya seperti piramida yang anggun menjulang tinggi ke awan. Jarang sekali kita dapat melihat puncak gunung dengan ketinggian 2.100 m DPL ini karena selalu terselubung awan. Namun sesekali dia menampakkan wajahnya yang menawan itu, seakan ingin melihat keindahan sekelilingnya, kemudian bersembunyi lagi.
Banyak cara kita dapat menikmati kehebatan Pusuk Buhit ini. Antara lain:
Dari segi keindahan mata, tentu saja, siapa yang tidak tercengang kalau kita memandang dari menara penatapan Tele. Dalam satu pandangan mata, kita dapat melihat gunung kerucut megah ini yang di sekelilingnya terdapat danau nan indah, perkampungan tua, bukit-bukit hijau yang berbaris rapih, air terjun deras yang keluar dari salah satu tebing terjal bukit-bukit itu, burung elang yang terbang santai mencari mangsa dan hutan perawan indah Tele. Belum tentu setiap negara punya suatu pemandangan dahsyat yang lengkap seperti ini.
Dari segi sains, menurut beberapa penelitian para ahli, gunung inilah yang tidak meletus dari rangkaian beberapa gunung Toba yang mengalami ledakan mega vulkano 75.000 tahun yang lalu. Hal ini membuktikan energi kuat masih tersimpan di gunung tersebut.
Secara mitos, banyak sekali orang membuat konsep-konsep tertentu mengenai pusuk buhit ini. Ada mitos Batak yang mengatakan dari sanalah asal-usul nenek moyangnya yang turun dari banua ginjang dan kemudian beranak pinak. Yeah right… plis deh..!!
Yang terakhir, Secara spiritual. Dengan berada di sekitar gunung ini, kita akan merasakan pengalaman spiritual yang berbeda dengan tempat-tempat lain di muka bumi ini. Walau belum tertarik untuk naik ke puncak gunung ini, aku meyakini ada sesuatu di atas sana, entah apa. Namun hal itu telah menjadikan pusat perhatian para paranormal di seluruh dunia. Maka lihirlah berbagai macam teori-teori spiritual dari mereka mengenai gunung sakral ini.
Tidak sedikit orang asing yang telah meneliti kekuatan energi dari Pusuk Buhit. Namun belum ada dari mereka yang berhasil mengetahui apa rahasia dibaliknya. Terus terang, hal ini juga merambah perhatianku untuk mengetahui lebih lanjut apa rahasia itu.
Ada beberapa orang mempercayai manusia dapat memanfaatkan kekuatan energi dari gunung ini. Mereka umumnya meminta kekayaan, keturunan, kekuasaan, dan kemampuan-kemampuan gaib tertentu. Katanya kita harus mendaki sampai puncak dengan membawa ayam putih, ayam hitam, kambing, dll, sebagai persembahan atau imbalan atas permintaan kita. Itulah saratnya supaya ‘ompung itu’ atau roh-roh yang bermukim disana mau mengabulkan permintaan kita. Bodo kali lah manusia ini, kupikir. Mau pula dia disuruh-suruh sama roh-roh itu. Padahal manusia itu makhluk Tuhan paling tinggi yang berkuasa terhadap mahkluk lain.
Aku ini orang yang penakut pada begu dan hal-hal gaib (hehehe buka kartu nih…). Oleh karena itu awalnya aku pun menjadi agak antipati dengan Pusuk Buhit. Dengan memandangi puncaknya saja dari jauh, langsung mengingatkanku pada hal-hal pardatuan yang tidak sesuai dengan iman kepercayaanku. Jadinya aku selalu takut untuk dekat-dekat dengannya bahkan membicarakannya saja aku tidak mau (baca: The Journey -Part 1).
Namun karena seringnya aku berkunjung ke daerah sekeliling Pusuk Buhit, rasa ingin tahu itu semakin besar, semakin besar dan semakin besar. Sampai akhirnya aku coba untuk “menyamakan frequensiku” dengan alam Bona Pasogit, menggunakan hati dan pikiran yang berlandaskan pada iman percayaku pada Tuhan. Ternyata aku mendapat jawabannya yang jika dirangkup dalam satu kalimat pendek adalah: “Tuhan itu sungguh luar biasa Maha Agung”. Dialah Allah yang Maha Satu. Kreator Yang Maha Sempura. Benar-benar manusia tidak lebih dari sebuah debu di hadapan-Nya.
Hal ini membuat paradigmaku terhadap Pusuk Buhit bergeser 180 derajat. Dari paradigma tentang ilmu-ilmu gaib dan perdatuan, sekarang aku memandang Pusuk Buhit mirip dengan pandangan orang terhadap Gunung Sinai. Bagiku, Pusuk Buhit adalah suatu tempat paling suci di seluruh muka bumi ini. Kekuatan energinya memudahkan manusia merasakan hubungan vertikal secara langsung dengan Penciptanya.
Sejak puluhan ribu tahun yang lalu, manusia-manusia dulu memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa di puncak gunung ini. Hanya DIA, Sang Pencipta. Tidak ada yang lain.
Orang-orang itu adalah manusia-manusia pilihan yang berasal dari suatu ras tertentu yang jauh berbeda dari ras-ras keturunan Adam lainnya. Mereka datang dari tanah yang sangat jauh dengan sampan, ditempatkan dan dilindungi Tuhan di taman pertama yang diciptakan Tuhan sendiri yang bernama Eden. Dipintu masuk taman itu terdapat Bait Allah tempat penghuni Eden memanjatkan sembah pujian terhadap Tuhan. Taman itu sekarang bernama Samosir. Bait Allah itu sekarang bernama Pusuk Buhit. dan keturunan orang-orang itu sekarang, yang telah bercampur darah dengan ras lain, menamakan dirinya Batak.
Namun, sebagai bangsa pilihan, orang Batak sendiri tidak menyadarinya bahkan cenderung untuk malu mengakuinya. Secara Turun-menurun, kepercayaan pada Tuhan ini telah terkikis dan makin memudar. Manusa Batak mulai menduakan Tuhan Debatanya dengan pergi ke datu-datu dan lebih menyukai pertolongan roh-roh sesat ketimbang lansung ke pencipta-Nya. Sehingga kekuatan energi alam Pusuk Buhit ini telah disalah gunakan sebagai tempat penyembahan berhala. Untuk sebagian orang, Pusuk Buhit telah berubah fungsi secara drastis dari Bait Allah menjadi tempat penyembahan berhala. Menurut informasi dari penduduk yang bermukim di kaki Pusuk Buhit, tidak sedikit orang Batak mulai dari rakyat biasa sampai pejabat tinggi pemerintahan yang mendaki Pusuk Buhit untuk minta kekuasaan dan kekayaan. Mereka meminta kepada roh-roh sesat yang mengaku-ngaku dirinya leluhur orang Batak.
Tidak hanya di masa kini. Sejak awal masehi inipun sebagian dari ompung-ompung kita banyak yang melakukan penyelewengan itu. Karena mereka dijanjikan oleh roh-roh sesat itu hal yang instan, yang dapat langsung dirasakan hasilnya, ketimbang mengikuti perintah Tuhan Debata yang terlihat sulit untuk dijalani dan lama khaisatnya. Namun alam itu adalah hukum. Tuhan adalah Allah yang cemburu. Hukuman pun datang kepada bangsa pilihan ini berupa kemiskinan, bencana, percerai-beraian keluarga dan keturunan, pertikaian antar saudara, tertindas ras manusia lain, dan hukuman lainnya.
Namun, sebagai bangsa pilihan, Tuhan sudah terlanjur memberikan berkat berlimpah terhadap ras ini. Jadi tidak heran jika setiap manusia Batak dikaruniai Talenta yang lebih dari pada manusia lain. Janji Tuhan adalah abadi. Hal ini terbukti dari banyaknya bidang-bidang profesi yang diisi oleh orang Batak. Mulai dari pengacara, dokter, seniman, IT, akuntan, sampai kepada level tinggi pemerintahan. Hampir tidak mungkinlah di suatu perusahaan besar tidak ada orang Bataknya yang menduduki posisi tinggi.
Bahkan, menurut seorang sumber terpercaya, badan intelegen Amerika telah mengetahui hal ini dan telah memperhitungkan ras Batak sebagai ras yang tidak dapat di pandang enteng. Mereka bahkan memanfaatkan hal ini. Sehingga mudah sekali bagi orang Batak untuk bekerja di Amerika. Jarang sekali ada orang Batak yang hanya menjadi tukang cuci piring atau pekerja kasar di negeri Paman Sam itu.
Ada satu lagi penyelewengan yang dilakukan manusia Batak. Walau mereka tetap meyakini iman kepada Satu Tuhan, mereka tidak memelihara tanah perjanjian yang diberikan Tuhannya kepada mereka. Malahan taman itu diabaikan begitu saja, tidak diperhatikan seolah-olah Samosir adalah sebuah tempat biasa yang menyerupai pulau dengan pohon-pohon didalamnya dan menghilangkan kesuciannya.
Hal ini terbukti tidak adanya peranan “gereja-gereja manusia Batak” dan mesjid-mesjid manusia Batak” yang mempunyai program-program pelayanan berupa pemeliharaan lingkungan. Bagi mereka, pengertian pelayanan itu adalah melayani Tuhan dengan terus menerus beribadah sesering mungkin supaya Tuhan lihat mereka ini orang yang saleh dengan harapan bisa masuk Sorga.
Aku pernah tersentak dengan komentar anak berumur 4 tahun setelah guru sekolah minggunya menjelaskan topik tentang “pelayan Tuhan”. Dengan polosnya anak itu mengomentari guru sekolah minggunya, “Kalo Tuhan kan sudah Maha Sempurna, kok masih perlu dilayani lagi ya…. Yang perlu dilayani itukan mahluk ciptaan Tuhan yang masih perlu bantuan”. Guru sekolah minggu itu pun diam tak berkata-kata. No komenlah.
Disamping itu, ada juga manusia Batak yang walaupun tetap percaya Tuhan itu Satu, menanggap Pusuk Buhit itu tempat keramat yang penuh dengan roh jahat. Hal ini terbukti dari masih saja ada suara menentang ketika Uskup Sinaga menggelar Paskah Raya di Pusuk Buhit, bukannya di Tarutung tempat misionaris German itu bermukim.
He..eh tahe! Terserahlah orang mau bilang apa terhadap pusuk buhit ini. Bagiku, Pusuk Buhit adalah Gunung yang sangat indah menawan. Suatu tempat tertinggi di Danau Toba yang merupakan spot terbaik untuk melihat keindahan alam Danau Toba dan sekitarnya. Juga Gunung yang suci. Tempat manusia mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa. Tempat memanjatkan sembah syukur kepada Tuhan. Tuhan yang mana? Tuhan yang menciptakan alam semesta ini
Banyak cara kita dapat menikmati kehebatan Pusuk Buhit ini. Antara lain:
Dari segi keindahan mata, tentu saja, siapa yang tidak tercengang kalau kita memandang dari menara penatapan Tele. Dalam satu pandangan mata, kita dapat melihat gunung kerucut megah ini yang di sekelilingnya terdapat danau nan indah, perkampungan tua, bukit-bukit hijau yang berbaris rapih, air terjun deras yang keluar dari salah satu tebing terjal bukit-bukit itu, burung elang yang terbang santai mencari mangsa dan hutan perawan indah Tele. Belum tentu setiap negara punya suatu pemandangan dahsyat yang lengkap seperti ini.
Dari segi sains, menurut beberapa penelitian para ahli, gunung inilah yang tidak meletus dari rangkaian beberapa gunung Toba yang mengalami ledakan mega vulkano 75.000 tahun yang lalu. Hal ini membuktikan energi kuat masih tersimpan di gunung tersebut.
Secara mitos, banyak sekali orang membuat konsep-konsep tertentu mengenai pusuk buhit ini. Ada mitos Batak yang mengatakan dari sanalah asal-usul nenek moyangnya yang turun dari banua ginjang dan kemudian beranak pinak. Yeah right… plis deh..!!
Yang terakhir, Secara spiritual. Dengan berada di sekitar gunung ini, kita akan merasakan pengalaman spiritual yang berbeda dengan tempat-tempat lain di muka bumi ini. Walau belum tertarik untuk naik ke puncak gunung ini, aku meyakini ada sesuatu di atas sana, entah apa. Namun hal itu telah menjadikan pusat perhatian para paranormal di seluruh dunia. Maka lihirlah berbagai macam teori-teori spiritual dari mereka mengenai gunung sakral ini.
Tidak sedikit orang asing yang telah meneliti kekuatan energi dari Pusuk Buhit. Namun belum ada dari mereka yang berhasil mengetahui apa rahasia dibaliknya. Terus terang, hal ini juga merambah perhatianku untuk mengetahui lebih lanjut apa rahasia itu.
Ada beberapa orang mempercayai manusia dapat memanfaatkan kekuatan energi dari gunung ini. Mereka umumnya meminta kekayaan, keturunan, kekuasaan, dan kemampuan-kemampuan gaib tertentu. Katanya kita harus mendaki sampai puncak dengan membawa ayam putih, ayam hitam, kambing, dll, sebagai persembahan atau imbalan atas permintaan kita. Itulah saratnya supaya ‘ompung itu’ atau roh-roh yang bermukim disana mau mengabulkan permintaan kita. Bodo kali lah manusia ini, kupikir. Mau pula dia disuruh-suruh sama roh-roh itu. Padahal manusia itu makhluk Tuhan paling tinggi yang berkuasa terhadap mahkluk lain.
Aku ini orang yang penakut pada begu dan hal-hal gaib (hehehe buka kartu nih…). Oleh karena itu awalnya aku pun menjadi agak antipati dengan Pusuk Buhit. Dengan memandangi puncaknya saja dari jauh, langsung mengingatkanku pada hal-hal pardatuan yang tidak sesuai dengan iman kepercayaanku. Jadinya aku selalu takut untuk dekat-dekat dengannya bahkan membicarakannya saja aku tidak mau (baca: The Journey -Part 1).
Namun karena seringnya aku berkunjung ke daerah sekeliling Pusuk Buhit, rasa ingin tahu itu semakin besar, semakin besar dan semakin besar. Sampai akhirnya aku coba untuk “menyamakan frequensiku” dengan alam Bona Pasogit, menggunakan hati dan pikiran yang berlandaskan pada iman percayaku pada Tuhan. Ternyata aku mendapat jawabannya yang jika dirangkup dalam satu kalimat pendek adalah: “Tuhan itu sungguh luar biasa Maha Agung”. Dialah Allah yang Maha Satu. Kreator Yang Maha Sempura. Benar-benar manusia tidak lebih dari sebuah debu di hadapan-Nya.
Hal ini membuat paradigmaku terhadap Pusuk Buhit bergeser 180 derajat. Dari paradigma tentang ilmu-ilmu gaib dan perdatuan, sekarang aku memandang Pusuk Buhit mirip dengan pandangan orang terhadap Gunung Sinai. Bagiku, Pusuk Buhit adalah suatu tempat paling suci di seluruh muka bumi ini. Kekuatan energinya memudahkan manusia merasakan hubungan vertikal secara langsung dengan Penciptanya.
Sejak puluhan ribu tahun yang lalu, manusia-manusia dulu memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa di puncak gunung ini. Hanya DIA, Sang Pencipta. Tidak ada yang lain.
Orang-orang itu adalah manusia-manusia pilihan yang berasal dari suatu ras tertentu yang jauh berbeda dari ras-ras keturunan Adam lainnya. Mereka datang dari tanah yang sangat jauh dengan sampan, ditempatkan dan dilindungi Tuhan di taman pertama yang diciptakan Tuhan sendiri yang bernama Eden. Dipintu masuk taman itu terdapat Bait Allah tempat penghuni Eden memanjatkan sembah pujian terhadap Tuhan. Taman itu sekarang bernama Samosir. Bait Allah itu sekarang bernama Pusuk Buhit. dan keturunan orang-orang itu sekarang, yang telah bercampur darah dengan ras lain, menamakan dirinya Batak.
Namun, sebagai bangsa pilihan, orang Batak sendiri tidak menyadarinya bahkan cenderung untuk malu mengakuinya. Secara Turun-menurun, kepercayaan pada Tuhan ini telah terkikis dan makin memudar. Manusa Batak mulai menduakan Tuhan Debatanya dengan pergi ke datu-datu dan lebih menyukai pertolongan roh-roh sesat ketimbang lansung ke pencipta-Nya. Sehingga kekuatan energi alam Pusuk Buhit ini telah disalah gunakan sebagai tempat penyembahan berhala. Untuk sebagian orang, Pusuk Buhit telah berubah fungsi secara drastis dari Bait Allah menjadi tempat penyembahan berhala. Menurut informasi dari penduduk yang bermukim di kaki Pusuk Buhit, tidak sedikit orang Batak mulai dari rakyat biasa sampai pejabat tinggi pemerintahan yang mendaki Pusuk Buhit untuk minta kekuasaan dan kekayaan. Mereka meminta kepada roh-roh sesat yang mengaku-ngaku dirinya leluhur orang Batak.
Tidak hanya di masa kini. Sejak awal masehi inipun sebagian dari ompung-ompung kita banyak yang melakukan penyelewengan itu. Karena mereka dijanjikan oleh roh-roh sesat itu hal yang instan, yang dapat langsung dirasakan hasilnya, ketimbang mengikuti perintah Tuhan Debata yang terlihat sulit untuk dijalani dan lama khaisatnya. Namun alam itu adalah hukum. Tuhan adalah Allah yang cemburu. Hukuman pun datang kepada bangsa pilihan ini berupa kemiskinan, bencana, percerai-beraian keluarga dan keturunan, pertikaian antar saudara, tertindas ras manusia lain, dan hukuman lainnya.
Namun, sebagai bangsa pilihan, Tuhan sudah terlanjur memberikan berkat berlimpah terhadap ras ini. Jadi tidak heran jika setiap manusia Batak dikaruniai Talenta yang lebih dari pada manusia lain. Janji Tuhan adalah abadi. Hal ini terbukti dari banyaknya bidang-bidang profesi yang diisi oleh orang Batak. Mulai dari pengacara, dokter, seniman, IT, akuntan, sampai kepada level tinggi pemerintahan. Hampir tidak mungkinlah di suatu perusahaan besar tidak ada orang Bataknya yang menduduki posisi tinggi.
Bahkan, menurut seorang sumber terpercaya, badan intelegen Amerika telah mengetahui hal ini dan telah memperhitungkan ras Batak sebagai ras yang tidak dapat di pandang enteng. Mereka bahkan memanfaatkan hal ini. Sehingga mudah sekali bagi orang Batak untuk bekerja di Amerika. Jarang sekali ada orang Batak yang hanya menjadi tukang cuci piring atau pekerja kasar di negeri Paman Sam itu.
Ada satu lagi penyelewengan yang dilakukan manusia Batak. Walau mereka tetap meyakini iman kepada Satu Tuhan, mereka tidak memelihara tanah perjanjian yang diberikan Tuhannya kepada mereka. Malahan taman itu diabaikan begitu saja, tidak diperhatikan seolah-olah Samosir adalah sebuah tempat biasa yang menyerupai pulau dengan pohon-pohon didalamnya dan menghilangkan kesuciannya.
Hal ini terbukti tidak adanya peranan “gereja-gereja manusia Batak” dan mesjid-mesjid manusia Batak” yang mempunyai program-program pelayanan berupa pemeliharaan lingkungan. Bagi mereka, pengertian pelayanan itu adalah melayani Tuhan dengan terus menerus beribadah sesering mungkin supaya Tuhan lihat mereka ini orang yang saleh dengan harapan bisa masuk Sorga.
Aku pernah tersentak dengan komentar anak berumur 4 tahun setelah guru sekolah minggunya menjelaskan topik tentang “pelayan Tuhan”. Dengan polosnya anak itu mengomentari guru sekolah minggunya, “Kalo Tuhan kan sudah Maha Sempurna, kok masih perlu dilayani lagi ya…. Yang perlu dilayani itukan mahluk ciptaan Tuhan yang masih perlu bantuan”. Guru sekolah minggu itu pun diam tak berkata-kata. No komenlah.
Disamping itu, ada juga manusia Batak yang walaupun tetap percaya Tuhan itu Satu, menanggap Pusuk Buhit itu tempat keramat yang penuh dengan roh jahat. Hal ini terbukti dari masih saja ada suara menentang ketika Uskup Sinaga menggelar Paskah Raya di Pusuk Buhit, bukannya di Tarutung tempat misionaris German itu bermukim.
He..eh tahe! Terserahlah orang mau bilang apa terhadap pusuk buhit ini. Bagiku, Pusuk Buhit adalah Gunung yang sangat indah menawan. Suatu tempat tertinggi di Danau Toba yang merupakan spot terbaik untuk melihat keindahan alam Danau Toba dan sekitarnya. Juga Gunung yang suci. Tempat manusia mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa. Tempat memanjatkan sembah syukur kepada Tuhan. Tuhan yang mana? Tuhan yang menciptakan alam semesta ini
Toba Lake, Telusuri Sejarah dan Keindahan Samosir
Membincangkan potensi wisata Toba Samosir tampaknya tidak akan pernah merasa puas, apalagi jika perjalanan itu baru pertama kalinya. Hal ini wajar karena potensi yang mereka miliki memang sangat kaya terutama soal keindahan alam. Apalagi dipadukan dengan cerita sejarah, boleh dibilang daerah ini adalah salah satu lumbung dari cerita sejarah yang bisa menemani perjalanan wisata Anda. Dari sekian banyak yang bisa dinikmati misalnya Batu Hobon, Sopo Guru Tatea Bulan, Perkampungan Siraja Batak, Pusuk Buhit, dan lainnya.
Dari atas perbukitan ini, sebagai wisatawan yang baru pertama berkunjung ke sana pastilah akan tertegun sejenak. Karena selain panorama yang disajikan memang sangat indah, kita juga bisa melihat secara leluasa sebahagian besar kawasan perairan Danau Toba sekaligus Pulau Samosirnya. Selain itu dari lereng perbukitan tersebut pengunjung yang datang bisa juga menikmati panorama perkampungan yang berada di antara lembah-lembah perbukitan seperti perkampungan Sagala, Perkampungan Hutaginjang yang membentang luas.
Selain pemandangan ini, wisatawan yang pernah datang ke sana tentunya akan melihat dan mendengar gemercik aliran air terjun yang berada persis di perbukitan berdekatan dengan perkampungan Sagala. Masih dari lereng bukit yang jalannya berkelok-kelok tetapi sudah beraspal dengan lebar berkisar 4 meter, pengunjung juga bisa memperhatikan kegiatanpertanian yang dikerjakan oleh masyarakat sekitarnya. Malah yang lebih asyik lagi adalah menikmati matahari yang akan terbenam dari celah bukit dengan hutan pinusnya.
Untuk mencapai puncak bukit tersebut, pengunjung bisa menggunakan bus roda empat maupun kenderaan roda dua. Namun bus yang dipergunakan tidak bisa sampai di puncak sehingga harus berjalan kaki berkisar 500 meter dari titik akhir parkir kenderaan yang berada di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Namun demikian sikap waspada harus tetap dijaga, karena memang jalan yang berkelok-kelok tersebut di kanan dan kirinya selalu ada jurang yang terjal. Selain itu sebelum menuju Pusuk Bukit, dari kawasan Pangururan pengunjung bisa menikmati secara utuh pemandangan bukit dengan latar Danau Toba.
Sementara itu, satu paket dengan perjalan menuju ke puncak Pusuk Buhit pengunjung juga bisa menikmati apa yang disebut dengan sumur tujuh rasa. Disebut sumur tujuh rasa karena memang sumur ini memiliki tujuh pancuran yang memiliki rasa air yang berbeda-beda. Bagi masyarakat sekitar Sumur Tujuh Rasa tersebut sehari-harinya dipergunakan sebagai sumber utama air bersih. Sehingga tidak mengherankan kalau wisatawan datang, banyak masyarakat yang menggunakan air yang berada di sana.
Sumur Tujuh Rasa sebenarnya berada di Desa Sipitudai satu kecamatan dengan perbukitan Pusuk Buhit yaitu Sianjur Mula-Mula. Kalau kita mencoba untuk merasakan ketujuh air mancur yang ada, maka dari sumber air mancur itu akan kita rasakan air yang terasa: asin, tawar, asam, kesat serta rasa yang lainnya. Sementara berdasarkan keterangan masyarakat setempat, sumber air yang mancur itu keluar dari mata air yang berada di bawah Pohon Beringin.
Keberadaan Sumur Tujuh Rasa ini sebenarnya sudah lama seiring dengan keberadaan masyarakat perkampungan Sipitudai. Masyarakat sekitar mempercayai kalau keberadaan sumur ini tidak terlepas dari cerita raja Batak yang berada di lokasi tersebut. Kalau cerita muncur ke belakang, maka masyarakat menyebutkan bahwa dulu diperkampungan ini ada kerajaan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mandi serta lainnya mereka mengandalkan sumber air ini.
Setelah bergerak menyusuri jalanan yang ada berkisar,maka wisatawan yang berkunjung akan menemukan satu lokasi yang keramat yang disebut lokasi Batu Hobon, Sopo Guru Tatean Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan serta perkampungan Siraja Batak yang lokasinya tidak berjauhan. Dan bila kita tarik garis lurus, maka posisi ketiga lokasi yang masih dianggap keramat ini persis lurus dari satu perbukitan ke perbukitan yang berada di bawahnya. Ketika berada di Sopo Guru Tatea Bulan akan ditemukan patung-patung Siraja Batak dengan keturunannya.
Sejalan dengan legenda itu, pengunjung juga akan menikmati Batu Hobo yang konon menurut cerita merupakan lokasi yang dijadikan penyimpanan harta oleh Siraja Batak. Batu ini berada perbukitan yang lebih rendah lagi dari Sopo Guru Tatea Bulan berdekatan dengan perkampungan masyarakat. berdasarkan sejarah Batu Hobon ini tidak bisa dipecahkan, tetapi kalau dipukul seperti ada ruangan di bawahnya.Namun sampai sekarang tidak bisa dibuka walaupun dilakukan dengan peledakan mortir.
Untuk kelengkapan perjalanan menuju Pusuk Buhit setidaknya harus berhenti sejenak di atas perbukitan yang berada di Desa Huta Ginjang. Mengapa? Karena dari lokasi ini akan terlihat jelas Pulau Tulas yang berdampingan dengan Pulau Samosir. Pulau Tulas itu sendiri tidak memiliki penghuni tetapi ditumbuhi dengan semak belukar dan hidup berbagai hewan liar lainnya.
Sudah lengkapkah perjalanan wisata kita! Tentulah belum, sebab untuk mengakhirinya kita harus berada di puncak Pusuk Buhit. Setidaknya untuk mendapatkan dan merasakan semilir angin sejuk di puncaknya sambil memandang panorama Danau Toba sesungguhnya. Sedangkan untukmenghilangkan keletihan dan mengambil semangat baru, pengunjung bisa menikmati air hangat setelah turun persis berada di kakai Pusuk Buhit bernama pemandian Aek Rangat yang berada di Desa Sihobung Hobungi. (rn)
Dari atas perbukitan ini, sebagai wisatawan yang baru pertama berkunjung ke sana pastilah akan tertegun sejenak. Karena selain panorama yang disajikan memang sangat indah, kita juga bisa melihat secara leluasa sebahagian besar kawasan perairan Danau Toba sekaligus Pulau Samosirnya. Selain itu dari lereng perbukitan tersebut pengunjung yang datang bisa juga menikmati panorama perkampungan yang berada di antara lembah-lembah perbukitan seperti perkampungan Sagala, Perkampungan Hutaginjang yang membentang luas.
Selain pemandangan ini, wisatawan yang pernah datang ke sana tentunya akan melihat dan mendengar gemercik aliran air terjun yang berada persis di perbukitan berdekatan dengan perkampungan Sagala. Masih dari lereng bukit yang jalannya berkelok-kelok tetapi sudah beraspal dengan lebar berkisar 4 meter, pengunjung juga bisa memperhatikan kegiatanpertanian yang dikerjakan oleh masyarakat sekitarnya. Malah yang lebih asyik lagi adalah menikmati matahari yang akan terbenam dari celah bukit dengan hutan pinusnya.
Untuk mencapai puncak bukit tersebut, pengunjung bisa menggunakan bus roda empat maupun kenderaan roda dua. Namun bus yang dipergunakan tidak bisa sampai di puncak sehingga harus berjalan kaki berkisar 500 meter dari titik akhir parkir kenderaan yang berada di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Namun demikian sikap waspada harus tetap dijaga, karena memang jalan yang berkelok-kelok tersebut di kanan dan kirinya selalu ada jurang yang terjal. Selain itu sebelum menuju Pusuk Bukit, dari kawasan Pangururan pengunjung bisa menikmati secara utuh pemandangan bukit dengan latar Danau Toba.
Sementara itu, satu paket dengan perjalan menuju ke puncak Pusuk Buhit pengunjung juga bisa menikmati apa yang disebut dengan sumur tujuh rasa. Disebut sumur tujuh rasa karena memang sumur ini memiliki tujuh pancuran yang memiliki rasa air yang berbeda-beda. Bagi masyarakat sekitar Sumur Tujuh Rasa tersebut sehari-harinya dipergunakan sebagai sumber utama air bersih. Sehingga tidak mengherankan kalau wisatawan datang, banyak masyarakat yang menggunakan air yang berada di sana.
Sumur Tujuh Rasa sebenarnya berada di Desa Sipitudai satu kecamatan dengan perbukitan Pusuk Buhit yaitu Sianjur Mula-Mula. Kalau kita mencoba untuk merasakan ketujuh air mancur yang ada, maka dari sumber air mancur itu akan kita rasakan air yang terasa: asin, tawar, asam, kesat serta rasa yang lainnya. Sementara berdasarkan keterangan masyarakat setempat, sumber air yang mancur itu keluar dari mata air yang berada di bawah Pohon Beringin.
Keberadaan Sumur Tujuh Rasa ini sebenarnya sudah lama seiring dengan keberadaan masyarakat perkampungan Sipitudai. Masyarakat sekitar mempercayai kalau keberadaan sumur ini tidak terlepas dari cerita raja Batak yang berada di lokasi tersebut. Kalau cerita muncur ke belakang, maka masyarakat menyebutkan bahwa dulu diperkampungan ini ada kerajaan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mandi serta lainnya mereka mengandalkan sumber air ini.
Setelah bergerak menyusuri jalanan yang ada berkisar,maka wisatawan yang berkunjung akan menemukan satu lokasi yang keramat yang disebut lokasi Batu Hobon, Sopo Guru Tatean Bulan atau Rumah Guru Tatea Bulan serta perkampungan Siraja Batak yang lokasinya tidak berjauhan. Dan bila kita tarik garis lurus, maka posisi ketiga lokasi yang masih dianggap keramat ini persis lurus dari satu perbukitan ke perbukitan yang berada di bawahnya. Ketika berada di Sopo Guru Tatea Bulan akan ditemukan patung-patung Siraja Batak dengan keturunannya.
Sejalan dengan legenda itu, pengunjung juga akan menikmati Batu Hobo yang konon menurut cerita merupakan lokasi yang dijadikan penyimpanan harta oleh Siraja Batak. Batu ini berada perbukitan yang lebih rendah lagi dari Sopo Guru Tatea Bulan berdekatan dengan perkampungan masyarakat. berdasarkan sejarah Batu Hobon ini tidak bisa dipecahkan, tetapi kalau dipukul seperti ada ruangan di bawahnya.Namun sampai sekarang tidak bisa dibuka walaupun dilakukan dengan peledakan mortir.
Untuk kelengkapan perjalanan menuju Pusuk Buhit setidaknya harus berhenti sejenak di atas perbukitan yang berada di Desa Huta Ginjang. Mengapa? Karena dari lokasi ini akan terlihat jelas Pulau Tulas yang berdampingan dengan Pulau Samosir. Pulau Tulas itu sendiri tidak memiliki penghuni tetapi ditumbuhi dengan semak belukar dan hidup berbagai hewan liar lainnya.
Sudah lengkapkah perjalanan wisata kita! Tentulah belum, sebab untuk mengakhirinya kita harus berada di puncak Pusuk Buhit. Setidaknya untuk mendapatkan dan merasakan semilir angin sejuk di puncaknya sambil memandang panorama Danau Toba sesungguhnya. Sedangkan untukmenghilangkan keletihan dan mengambil semangat baru, pengunjung bisa menikmati air hangat setelah turun persis berada di kakai Pusuk Buhit bernama pemandian Aek Rangat yang berada di Desa Sihobung Hobungi. (rn)
legenda danau toba

Alkisah pada zaman dahulu adalah seorang nelayan yang sedang memancing disebuah sungai kecil. Dia mulai memasang pancingnya akan tetapi sampai hari menjelang sore dia belum mendapatkan seekor ikanpun,akhirnya dia mulai putus asa ,tapi tiba-tiba pancingnya dimakan oleh sekor ikan mas. Dian merasa girang sekali dan dia pun langsung pulang tetapi ketika ikan mas tersebut mau dimasak dia tiba-tiba terkejut karena ikan tersebut bisa bicara dan bukan hanya itu tiba- tiba ikan tersebut berubah jadi wanita cantik.
Dan karena laki-laki tersebut belum punya isteri maka dia mengambil wanita tersebut jadi isterinya dan wanita tersebut pun setuju dengan satu syarat bahwa kelak apabila mereka punya anak maka sang suami tidak boleh menceritakan asal-usul ibunya dan apabila itu dilangar maka akan terjadi malapeka. Setelah mereka menikah dan dikarunia anak maka nerekapun semakin mesra. Setelah anak mereka mulai dewasa dia sangat nakal sekali dan suatu ketika gara-gara kelewat nakal maka tanpa sengaja bapaknya mengumpat; dasar anak ikan; maka tiba-tiba ibunya kembali lagi kewujud ikan diiringi dengan hujan dan petir selama berhari-hari menenggelamkan desa tersebut . Genanggan air yamg luas inilah yang kemudian disebut danau toba,berasal dari nama anak mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)

